Saturday, 07 July 2012 10:40
  • SELATPANJANG-Rencana Pemerintah Kabupaten Meranti membangun pasar tradisional di Topang, Kecamatan Rangsang didukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Meranti.

 

"Diharapkan dengan adanya pasar tradisional di Topang tersebut, akan mampu memicu percepatan perputaran uang dan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitarnya," demikian diungkapkan Ketua DPRD Meranti, Jumat (6/7) di Selatpanjang.
Alokasi dana APBN, menurutnya, harus dimaksimalkan untuk percepatan pembangunan infrastruktur, jangan sampai ada kendala. Dewan tidak ingin kucuran dana APBN tidak maksimal terserap. Untuk itu, rencana pembangunan pasar tradisional Topang tersebut harus benar-benar dimaksimalkan,” tegasnya.
Untuk menumbuhkan iklim ekonomi masyarakat, katanya, pasar tradisional merupakan sarana yang sangat dibutuhkan. Sebagai daerah kepulauan, Pemkab Meranti harus memicu tumbuhnya pasar-pasar tradisional.
"Ini dimaksudkan aktivitas ekonomi dan perputaran uang tidak tertumpu di Kota Selatpanjang yang perkembangannya semakin pesat. Sentra-sentra pasar tradisional untuk mendukung ekonomi masyarakat harus di bangun di berbagai daerah strategis. Seperti Pulau Topang yang berada dibibir jalur lintas Riau Kepulauan dan kawasan kuala Kampar," sebutnya.
Dengan kebijakan ini, lanjutnya, diharapkan pasar tradisional Topang akan mampu menyerap kebutuhan masayarakat kawasan Kuala Kampar yang selama ini juga sangat tergantung pada pasar Selatpanjang.
“Konsep pembangunan pasar tradisional Topang harus benar-benar terkonsep secara matang dan tidak asal-asalan. Kita tidak ingi mengulang kesalah pembangunan pasar tradisional di Sungai Cina Rangsang Barat yang akhirnya ditinggalkan warga dan tidak berkembang. Letak strategis, kemudahan sarana dan akses pendukung harus benar-benar dijadikan bahan kajian pertimbangan” beber Poltisi Perempuan Golkar Meranti tersebut," tuturnya.
Dibangun  
Kepala Dinas Perindagkop UKM Meranti, Syamsuar Ramli, melalui Kabid Koperasi dan UKM, Alifian didampingi Kasi UMKM, Hariadi, mengatakan, pembangunan pasar tradisional Topang dibangun pada tahun 2013 mendatang dengan memanfaatkan dana APBN sebesar Rp1 miliar. Program pembangunan pasar tradisional Topang tersebut diangarkan melalui Kementrian Koperasi dan UKM.
“Survei lokasi sudah kita lakukan di Topang. Penepatan pembangunan pasar tradisional di Topang ini sudah melalui studi kelayakan dan kajian pertimbangan lainnya. Soal lokasi pasar, juga sudah tersedia seluas 24 meter x 80 meter. Lahan tersebut merupakan lahan desa, jadi lahan tersebut bebas dari kepemilikan warag dan bebas dari sengketa,” ungkap Alifian.
Saat ini Disperindagkop Meranti sedang menyusun proposal rencana pembangunan pasar tradisional Topang secara detail. Mulai dari kajian aspek geografis, sosial, ekonomi maupun potensi perkembangan kedepannya.***

AddThis Social Bookmark Button

Add comment


Security code
Refresh